Kerbau Afrika, Si Maskot Liar Sang Pemburu Dari Afrika

Kerbau Afrika, Si Maskot Liar Sang Pemburu Dari Afrika

Kerbau Afrika, Si Maskot Liar Sang Pemburu Dari Afrika

Kerbau Afrika, Si Maskot Liar Sang Pemburu Dari Afrika

Hewan Kerbau Afrika atau biasa disebut Cape Buffalo hidup di Gurun Kalahari di Afrika Selatan. Nama ilmiahnya adalah Cucurbita maxima dan disebut juga Kerbau Batu karena fosil giginya. Ini adalah kelompok besar ternak yang berkerabat dekat dengan karakteristik fisik yang serupa. Hewan-hewan ini sangat melimpah di masa lalu, tetapi menurun seiring berkembangnya pertanian dan peternakan. Namun belakangan ini, hewan ini terlihat tersebar di lokasi-lokasi tertentu di Afrika Selatan.

Fakta menarik tentang hewan ini adalah satu-satunya hewan di seluruh dunia yang meminum susu dari hewan lain. Kukunya yang berjari dua mampu menggali tanduk sehingga mereka dapat melewati terowongan tambang bawah tanah. Capa baringtoni adalah hewan soliter yang kawin seumur hidup. Ia juga memiliki kemampuan pendengaran dan penglihatan yang sangat kuat. Ia juga mahir melacak mangsanya menggunakan bau dan penglihatan.

Sekelompok tiga subspesies diakui di dunia hewan. Ini termasuk kerbau pedalaman, yang ditemukan di Zambia selatan dan Zimbabwe; kerbau lahan kering, yang tersebar luas di Namibia dan Swaziland; dan kerbau utara, yang umum di Botswana dan Namibia. Cape Buffalo adalah satu dari tiga ratus spesies rusa whitetail di dunia. Jangkauan mereka sangat beragam dan membentang di area seluas tiga puluh ribu kilometer persegi.

Kerbau Afrika, Satu dari Lima Hewan Berbahaya di Afrika

Ada sekitar empat ratus hewan liar yang berbeda di cagar alam Kerbau Afrika, termasuk tiga puluh spesies mamalia dan seribu lima ratus burung. Selain itu, ada sejumlah besar reptil dan amfibi. Di antara mamalia, ada tiga puluh spesies chevron, dua belas spesies paus, tujuh spesies pelangi, tiga spesies hyena, dan satu spesies tahi lalat raksasa. Spesies hoary menyumbang sekitar tiga belas persen dari semua mamalia di cagar alam. Ada juga beberapa buaya dan oposum.

Mayoritas mamalia adalah herbivora, memakan tumbuh-tumbuhan dan tanaman berdaun di berbagai taman. Mereka telah beradaptasi dengan baik dengan habitatnya dan berkembang biak dengan kecepatan rendah, dengan hampir seratus hewan betina lahir setiap tahun. Dua subspesies diketahui, dengan spesies utara menjadi satu-satunya ras liar sejati di negara ini. Spesies selatan, di sisi lain, diwakili oleh ternak. Hewan-hewan memakan daging, dengan kuda menjadi predator teratas di antara karnivora.

Hewan ini juga telah belajar untuk beradaptasi dengan habitat aslinya dan menghasilkan berbagai macam produk alami, termasuk bulu, susu, telur, dan kulit. Populasi mereka tetap relatif stabil selama bertahun-tahun dan pemerintah telah mengaturnya melalui kuota dan undang-undang ilmiah. Hewan ini dianggap sebagai indikator ekologi dan dilindungi di taman nasional dan cagar alam. Keseimbangan ekologi dan adaptasinya terhadap kebutuhan spesifik menjadikannya batu penting bagi pariwisata Afrika Selatan.

 

BurnsFAdm

No Any widget selected for sidebar

Create Account



Log In Your Account



X